Manusia terdidik dan tercerahkan adalah aset paling berharga bagi bangsa ini.

Gerakan Indonesia Membaca yang dilakukan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, meliputi semua direktorat jenderal yang ada dengan nama yang berbeda-beda , namun satu tujuan yaitu gerakan dalam meningkatkan literasi masyarakat. Seperti yang dikampanyekan oleh Direktorat Paud dan Dikmas yaitu : Gerakan Indonesia Membaca.

Indonesia adalah negeri penuh berkah. Tanah surga di Khatulistiwa yang kaya sumber daya alamnya. Namun, aset terbesar bangsa ini bukanlah tambang, gas, minyak, hutan, atau segala hasil bumi maupun laut. Aset paling berharga bangsa ini adalah manusia Indonesia yang terdidik dan tercerahkan. Manusia Indonesia yang bukan hanya pintar mengolah, melainkan juga bijak memelihara.

Membekali manusia Indonesia dengan pendidikan yang bermutu, adalah tanggung jawab semua orang terdidik. Salah satu cara mencerdaskan manusia Indonesia adalah dengan menanamkan kebiasaan membaca. membaca adalah ikhtiar paling dasar dalam belajar. Tanpa membaca pintu wawasan tak akan terbuka, tanpa membaca mustahil cahaya ilmu itu menyala, dan tanpa membaca tak akan lahir perempuan kuat yang sanggup menegakkan pilar ketahanan moral bangsa ini.
“Mencerdaskan manusia Indonesia melalui literasi, sama artinya menyiapkan jalan menuju masa depan bangsa yang gemilang,” jelasnya. Melalui sejarah bangsa ini belajar, bahwa Republik ini digagas oleh anak-anak muda terdidik dan tercerahkan. Dan karena literasilah yang telah memungkinkan mereka memiliki gagasan besar yang melampaui zamannya.

Kecerdasan yang diperoleh dari membaca telah membukakan mata dan kesadaran mereka untuk membangun sebuah bangsa yang merdeka. Sejarah telah membuktikan, tujuh puluh tahun lalu, saat teks Proklamasi dibacakan, baru 5 persen penduduk Indonesia yang melek aksara. Namun, berkat kesadaran kaum terdidik yang secara bersama-sama bergerak menularkan dampak pendidikan, maka, tahun 2015, keadaan berbalik. Penduduk Indonesia yang melek aksara mencapai 96,3 persen. Ini artinya hanya tersisa sebanyak 5,9 juta penduduk Indonesia yang belum mampu mengeja dan menulis namanya sendiri.
( disadur dari berbagai sumber ).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s