KAMIBA: Era Baru Pengembangan Minat Baca Masyarakat

Tue, 01/13/2015 – 17:00 — webmaster

“Apa itu Kamiba?” itulah pertanyaan yang sering disampaikan pada Agus Sofyan (43), pamong belajar yang juga koordinator kajian keaksaraan PP PAUDNI Regional I  Bandung. Hal ini dialami ketika ia dan tim kajian keaksaraan mulai merintis pengembangan model kamiba yang dilakukan lembaganya.

Jadi, apa itu Kamiba? “Kamiba itu kepanjangannya Kader Minat Baca, yaitu seseorang yang ditugaskan secara penuh waktu atau paruh waktu oleh pemerintah atau lembaga swasta untuk memberikan perencanaan, pengelolaan, motivasi, dan evaluasi penumbuhan minat baca masyarakat” ujar Dian

 

Menurut Dian, dasar pemikiran pengembangan penumbuhan minat baca melalui kamiba adalah masih rendahnya budaya baca di negara kita. “Budaya baca di Indonesia masih kurang menggembirakan. Hal ini disebabkan oleh faktor minimnya perpustakaan dan masih kurangnya pasokan buku. Pasokan inipun tidak menyebar ke pelbagai pelosok, sehinga masyarakat yang berada di daerah hanya bisa menikmati buku-buku yang lapuk dan sudah tidak layak dibaca,” ujarnya.

Dian pun memandang bahwa sebagian bangsa kita masih terbiasa dengan budaya lisan dan tutur. Sayangnya, budaya ini mengalami kerawanan manakala dari narasumber ke narasumber yang lain, seiring dengan pergantian zaman, terjadi perbedaan versi dan penyimpangan, sehingga yang diceritakan seratus tahun lalu bisa berubah dua puluh lima tahun kemudian. “Bangsa yang maju lebih berorientasi pada budaya tulis dibandingkan dengan budaya tutur dan lisan,” paparnya penuh semangat.

 

Pemikiran Asli Jayagiri

Model penumbuhan minat baca masyarakat melalui kamiba, merupakan konsep asli dari Jayagiri. Tim pengembang model ini terdiri dari 12 pamong belajar dengan koordinator pengembang adalah Agus Sofyan, seorang magister pendidikan jurusan Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). “Konsep tersebut secara konseptual telah dikembangkan pada tahun 2008, kemudian diformulasikan secara bertahap untuk disiapkan dalam sebuah uji coba lapangan,” ungkap Agus, yang asli orang Lembang ini.

Kemudian Agus menuturkan bahwa pada tahun 2009, model ini diujicobakan di lima lokasi di Provinsi Jawa Barat dan Banten. Lokasi tersebut adalah di TBM Melati di Kabupaten Tangerang-Banten, TBM Kinanti di Kabupaten Bandung Barat, TBM Al Bazari di Kabupaten Sukabumi, TBM Istiqlal di Kabupaten Cianjur, dan TBM Kaceot di Kabupaten Karawang.

Bagi Agus, konsep sederhana Kamiba adalah sama dengan penyuluh pertanian, kader pos yandu, atau fungsi yang sejenis. “Hal yang khas dari Kamiba adalah ia menjadi penyuluh dalam pembudayaan minat baca di masyarakat,” jelasnya. Bagaimana caranya?

 

Aktivitas Penumbuhan Minat Baca

Mia Rachmiati (34), salah seorang anggota tim pengembang menjelaskan cara-cara penumbuhan minat baca yang dilakukan Kamiba. “Langkah pertama, membentuk kelompok pembaca (Reader Group). Kelompok ini adalah kelompok yang akan diberi treatment oleh Kamiba. Jumlahnya bisa terdiri dari 10, 15, atau 20 orang anggota kelompok” ujar pria yang masih lajang ini. “Pembentukan kelompok pembaca ini bisa juga berasal dari kelompok lulusan alumni aksara dasar,” tambahnya.

Setelah terbentuk kelompok, Kamiba kemudian melakukan langkah kedua berupa penilaian kebutuhan bacaan dan aktivitas yang akan dilakukan oleh kelompok baca. “Kebutuhan bacaan ini meliputi jumlah buku dan topik-topik yang dibutuhkan atau diminati untuk dibaca anggota kelompok,” lanjut Mia. Selanjutnya, Kamiba membuat kesepakatan jadwal pertemuan atau teknik penumbuhan yang paling cocok dengan kondisi anggota kelompok pembaca.

Menurut Mia ada enam kegiatan yang sudah diujicobakan dalam kegiatan penumbuhan minat baca mealui Kamiba, yaitu penumbuhan minat baca melalui arisan, pengajian, perlombaan, diskusi, menabung, dan penugasan. “Kegiatan-kegiatan tersebut tidak semua harus dilaksanakan, tetapi dipilih sesuai kebutuhan dan minat dari anggota kelompok pembaca,” ungkapnya.

Mia-pun mencontohkan bagaimana kegiatan pengajian dijadikan pendekatan penumbuhan minat baca. “Kegiatan penumbuhan minat baca dengan ragi belajar berupa pengajian diharapkan memberikan unsur kebersamaan dan hubungan saling membutuhkan,” ungkap pria dengan tinggi 175 cm ini. “Ragi penumbuhan minat baca berupa pengajian dalam komunitas baca setidaknya memiliki fungsi untuk 1) Pendalaman buku-buku keagamaan anggota komunitas baca yang kemudian dibahas oleh ahli agama, 2) Membangkitkan dan memelihara motivasi anggota komunitas baca untuk bacaan terutama keagamaan atau bahkan umum, 3) Mengontrol dan memodifikasi tingkah laku yang negatif dan  mendorong tingkah laku positif, dan 4) Memberikan motivasi untuk terus belajar melalui jalur pemahaman keagamaan,” jelasnya panjang lebar.

 

Hikmah Kisah

Penumbuhan minat baca memerlukan suatu proses yang sangat panjang. Tidak bisa dalam tempo singkat atau serta merta saja. Kita yakini bahwa masyarakat yang telah memiliki kemampuan keaksaraan, tetapi memiliki minat baca yang rendah akan menjadi penghambat untuk bisa mengakses informasi dan mengembangkan pengetahuan, dan keterampilannya. Akibatnya, mereka tidak mampu beradaptasi dan berkompetisi untuk bisa bangkit dari kemiskinan, kemelaratan dan keterpurukan. Oleh karena itu, setiap warga masyarakat perlu memiliki minat baca yang tinggi agar mampu memahami dunia dan berhasil mengangkat derajat hidup dan kehidupannya.

Masyarakat pedesaan cenderung memiliki akses informasi yang lebih sulit dibandingkan masyarakat perkotaan. Buku-buku, perpustakaan umum, dan bahan bacaan lainnya sangat jarang ditemukan pada masyarakat pedesaan. Televisi menjadi sumber utama informasi masyarakat desa pada umumnya. Minat baca adalah salah satu modal dasar bagi peningkatan kualitas manusia.

Pembinaan minat baca merupakan bagian dari pendidikan seumur hidup, ayat Al Qur’an yang pertama diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW dimulai dengan ungkapan “iqra” yang artinya “bacalah”. Inti dari ayat tersebut menghendaki bahwa manusia perlu membaca agar memperoleh pengetahuan sebagai bekal hidup. Melalui membaca orang akan menjadi tahu, mengerti dan bahkan paham tentang sesuatu yang dibacanya.

 

Rekomendasi Penerapan

Penerapan model “Kamiba” dalam praktik nyata memerlukan syarat dan ketentuan yang harus dijalankan. Hal ini mengingat posisi Kamiba yang sangat strategis dalam upaya penumbuhan minat baca masyarakat. Setidaknya terdapat tiga peran utama yang harus dilakukan seorang Kamiba dalam penumbuhan minat baca masyarakat, yaitu:

Pertama, sebagai perencana penumbuhan minat baca masyarakat, artinya seorang Kamiba harus mampu membuat perencanaan dan persiapan sebelum melakukan kegiatan. Kamiba harus mampu memilih dan mengembangkan bahan bacaan berdasarkan kebutuhan anggota komunitas bacanya.

Kedua, sebagai pengelola penumbuhan minat baca masyarakat, artinya seorang Kamiba harus menciptakan situasi gemar membaca yang memungkinkan tercapainya tujuan penumbuhan minat baca masyarakat yang telah ditentukan.

Ketiga, sebagai penilai penumbuhan minat baca masyarakat, artinya seorang Kamiba harus mampu melakukan kegiatan penilaian, untuk mengetahui apakah anggota komunitas baca mencapai hasil membaca seperti yang diharapkan.

Ketiga peran tersebut harus dijadikan bahan pertimbangan dalam usaha pengembangan dan peningkatan mutu penumbuhan minat baca masyarakat.

Peran Kamiba yang strategis di atas semestinya menjadi prioritas program penumbuhan minat baca masyarakat yang bermutu. Memang benar bahwa upaya lain, seperti: penyediaan bahan bacaan melalui TBM, perbaikan prasarana dan sarana, perlengkapan penumbuhan minat baca masyarakat atau manajemen TBM juga sangat penting. Namun prioritas utama dalam penumbuhan minat baca masyarakat harus diawali dengan kualitas dan kompetensi Kamiba yang profesional. Kemampuan profesional tersebut ditunjukkan oleh penguasaan keahlian memotivasi masyarakat, mengembangkan bahan bacaan bacaan, pengembangan strategi dan metode penumbuhan minat baca, pengelolaan komunitas baca, penyusunan dan pengembangan evaluasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s