Lima rekomendasi seminar internasional bahasa IBU dan ICT

[JAKARTA] Seminar Internasional Keaksaraan Berbasis Bahasa Ibu dan ICT menghasilkan sejumlah rekomendasi yang akan diserahkan kepada Direktur

Jenderal UNESCO, Irina Georgieva Bokova di kantor Pusat UNESCO di Paris, Perancis.

Rekomendasi yang dibacakan oleh Direktur Pembinaan Pendidikan Masyrakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ella Yulaelawati, PhD menyebutkan, pertama peningkatan kualitas keaksaraan orang dewasa melalui program keaksaraan berbasis Bahasa Ibu dapat dilakukan dengan rekrutmen tenaga lokal. “Pengembangan bahan keaksaraan berdasarkan bahasa ibu lewat tenaga lokal ini dilakukan dengan pelatihan personil dalam mengajar keaksaraan berdasarkan bahasa ibu,” ujar Ella Yulaelawati.

Rekomendasi kedua menyatakan sejumlah masalah serta solusi yang ditujukan kepada Pemerintah, UNESCO dan LSM guna memperluas akses ke program keaksaraan Ekuitas digital untuk populasi yang kurang beruntung dan daerah terpencil melalui Penggunaan Biaya Rendah Digital seperti Radio, Televisi, Telepon Seluler, dan e-book.

Ketiga mendorong penggunaan provider untuk akses ke Internet dan belajar keaksaraan terbuka. Peningkatan kualitas pembelajaran keaksaraan orang dewasa melalui akreditasi penyedia belajar keaksaraan. Dengan Penguatan lembaga akreditasi nasional pendidikan yang meliputi manajemen, sumber daya manusia, program / kurikuler, proses belajar mengajar, pendanaan, sarana dan sertifikasi peserta didik.

Keempat, penyediaan kompetensi aksara agar berdaya atau aksara pemeberdayaan dapat dilakukan dengan menyediakan standar kompetensi keaksaraan sesuai dengan pengetahuan, keterampilan, sikap sesuai dengan empat pilar belajar sepanjang hayat dari 21 Century yang menekankan aspek belajar untuk mengetahui, untuk melakukan, menjadi, dan bagaimana hidup bersama dalam damai dan harmoni .

Kelima, peningkatan kompetensi guru dengan meningkatkan guru / tutor kompetensi melalui upaya terus menerus menuju profesionalisme mereka, menyediakan akses Kesetaraan Gender dengan memfasilitasi akses ke kesempatan belajar dengan menyediakan akses yang sama ke semua peserta didik terutama untuk wanita, menyediakan Minimum infrastruktur pada Kegiatan Belajar untuk memastikan standar minimum dengan memanfaatkan penggunaan fasilitas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s