Rela tinggalkan jabatan di perusahaan ternama demi kayu jati

Santi Mia Sipan dulunya dikenal sebagai seorang wanita karir yang menjabat sebagai asistant general manager di suatu korporasi besar. Namun kini, wanita kelahiran Jakarta 20 Mei 1965 itu lebih dikenal lewa perusahaannya PT Jaty Arthamas yang bergerak dalam bidang pembudidayaan pohon jati. Apa yang membuat Santi tergiur prospek jati hingga rela banting stir dari kedudukan dan karir mapan yang diinginkan banyak orang?

Awal ketertarikan wanita bercucu satu ini ialah saat ia mengetahui tingginya permintaan pasar terhadap pasokan kayu jenis ini. Menurut Santi, kebutuhan kayu jati untuk pasar dunia mencapai 230 juta meter kubik sementara permintaan domestik 2,5 juta meter kubik dengan 70% permintaan masih belum terpenuhi sama sekali.Seperti kita ketahui, kayu jati terus diburu meskipun mahal karena kualitasnya yang begitu tinggi. Kayu jati tergolong kuat, keras dan tahan lama untuk berbagai keperluan konstruksi.
Tahun 2008 menjadi saksi bagaimana Santi merintis usaha pertamanya setelah meninggalkan posisi sebagai karyawan. Ia mencurahkan segala daya upaya untuk mendirikan usaha perkebunan pohn jati di sejumlah wilayah , yakni Jonggol (Jabar), Wirosari (Jateng) dan Cepu (Jatim).
Tak lupa entrepreneur wanita pemenang penghargaan Ernst & Young Entrepreneur Winning Woman 2010 ini juga melakukan riset mendalam mengenai pohon jati unggulan, meningkatkan kualitas tanaman dan sistem penanaman untuk mendapatkan sistem pemuliaan tanaman yang baik. Hasilnya? Pohon jatinya bisa tumbuh lebih cepat 3 kali dari pohon jati biasa.
Dengan membudidayakan pohon jati hasil pemuliaan ini Santi berharap di tahun 2014 saat penebangan kayu alam akan dihentikan, ia bisa meraup untung karena konsumen membutuhkan pengganti pasokan kayu alam. Saat itulah, menurut Santi, hasil jerih payahnya akan setimpal. Hutan tanaman secara Mandiri akan menjadi solusi kebutuhan kayu bangsa dan jika mungkin diekspor ke mancanegara.
Mengingat sifat bisnis yang demikian padat modal, Santi cerdik dengan menyiasatinya dalam bentuk paket-paket investasi. paket tersebut dimulai dari 1.000 meter persegi sampai 1 hektar. Nilai investasi yang diperlukan antara 55 juta sampai 400 juta. Ini mencakup tanah milik, sejumlah bibit dan biaya perawatan selama 3 bulan penuh.
Konsep investasi kebun jati yang terjangkau oleh kalangan profesional muda ini menjaring mereka yang peduli lingkungan untuk beralih ke jenis investasi kebun jati.
“Harga kayu jati terus meningkat dua kali lipat tiap 5 tahun dan jika anak muda investasikan Rp 25 juta untuk membeli 1250 bibit jati , dalam 10 tahun nilai bibit itu akan meningkat menjadi Rp 2 miliar sampai Rp 8 miliar,” katany dengan nada berpromosi.
Berkat bisnisnya itu, Santi menyabet sejumlah penghargaan di antaranya Asean Business Award 2011 kategori inovasi. Ia dianggap mampu menunjukkan komitmen tinggi pada inovasi di aspek produk dan proses bisnis kayu jatinya ini. (Bisnis/*AP)
sumber:http://www.ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur/nasional/wanita/15728-santi-mia-tinggalkan-karir-mapan-demi-pohon-jati.html

One thought on “Rela tinggalkan jabatan di perusahaan ternama demi kayu jati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s