Potensi Ekonomi Kreatif Terbuka Luas

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ukus Kuswara, mengatakan potensi Indonesia pada sektor ekonomi kreatif terbuka luas. “Kurang lebih 27 persen dari total penduduk Indonesia adalah pemuda dalam usia produktif dan tentunya juga memiliki potensi untuk mengembangkan ekonomi kreatif,” kata Ukus, di Jakarta, Jumat (16/3/2012).

Ukus mengatakan, keanekaragaman seni budaya dari lebih 300 suku dan etnis Indonesia dapat dimanfaatkan untuk memperkaya konten karya para pelaku ekonomi kreatif.

Perlu diingat, menurut World Cultural Heritage (WEF), Indonesia memiliki urutan ke-39 untuk kekayaan budaya. “Indonesia juga memiliki lebih dari 17.100 pulau dengan penduduk asli yang memiliki talenta kreatif, berbasis pada keunikan lokal dan merupakan daya tarik tersendiri,” katanya.

Namun, ada beberapa permasalahan utama ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya antara lain kuantitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM), lembaga pendidikan serta masih kurangnya pembinaan profesi, pemasaran, dan permasalahan infrastruktur.

“Selain itu, kendala lain seperti kurangnya riset pengembangan teknologi, produk kreatif, kelembagaan dan apresiasi masyarakat terhadap karya bermuatan lokal serta sulitnya akses untuk mendapatkan pembiayaan,” kata Ukus.

Menurut Ukus Kuswara, untuk pasar dalam negeri sudah mulai tumbuh, terutama untuk subsektor film dan musik. Untuk musik dan kerajinan telah menyumbang lebih dari 96 persen produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya.

“Pertumbuhan jumlah perusahaan ekonomi kreatif berbasis seni budaya memiliki tren meningkat, bahkan berhasil menyamai pertumbuhan nasional di 2010 sebesar 7,7 persen. Sementara untuk kerajinan menyumbang rata-rata 37 persen dari total nilai ekspor industri kreatif, dengan rata-rata kontribusi 3 persen terhadap total nilai ekspor nasional,” katanya.

Ukus menambahkan, untuk negara tujuan ekspor hasil kerajinan dari Indonesia adalah Amerika sebesar 26,82 persen, Jepang 10,88 persen, Perancis 9,77 persen, Inggris 8,82 persen dan Belanda 5,88 persen.
sumber: kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s