Pembelajaran multi Keaksaraan sangat dibutuhkan di Kecamatan Empang


Pembelajaran Multi Keaksaraan merupakan suatu usaha memberdayakan masyarakat, disamping itu merupakan wujud nyata dari kepedulian kita terhadap lingkungan sekitar dalam membangun keaksaraan masyarakat sehingga tercapai suatu tatanan masyarakat yang mempunyai kapasitas untuk mengelola dirinya, lingkungan dan bangsa. Program AKRAB ( aksara agar berdaya ) yang diluncurkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal pendidikan Anak Usia Dini non formal dan informal( DiPAUDNI )yang secara khusus dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat , sangatlah mendukung terfasilitasinya kebutuhan masyarakat melalui bantuan-bantuan sosial kepada lembaga-lembaga penyelenggara pendidikan masyarakat.

Pada dasarnya pendidikan masyarakat sangatlah luas dan merupakan bak sampah dari kebutuhan pendidikan masyarakat yang tidak dilayani oleh pendidikan formal atau sejenisnya, oleh karena itu pantaslah kalau pendidikan masyarakat merupakan bentuk pelayanan bagi masyarakat yang tak terlayani.

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ( PKBM ) merupakan lembaga yang dibentuk dari, untuk dan oleh masyarakat sangatlah tepat sebagai lembaga penyelenggara pendidikan yang melayani kebutuhan-kebutuhan masyarakat dilingkungannya masing-masing. Yang perlu di perhatikan adalah sanggupkah PKBM-PKBM membelajarkan masyarakat dengan penuh rasa empati terhadap kebutuhan-kebutuhan pendidikan tersebut.Jawabannya harus sanggup.Partisipasi dan konstribusi yang dilakukan oleh PKBM sesuai dengan amanat Undang-undang no. 20 tahun 2003 tentang pendidikan Nasional, bahkan disebut dalam tujuh pasal.

Agar pembelajaran yang dilaksanakan dapat bermutu dan tepat sasaran, sangatlah dibutuhkan sarana dan prasarana pendidikan dalam hal ini khususnya pendidikan multi keaksaraan. ini menjadi penting dalam pembentukan karakter bangsa kita yang pada akhir-akhir ini telah hilang dalam tatanan masyarakat, berbagsa maupun bernegara.

Khususnya di Kecamatan Empang pada tahun 2011 telah dituntaskan pendidikan keaksaraan funsional dasar yang dilaksanakan oleh semua PKBM yang ada di daerah ini dengan dukungan dana dari anggaran APBD I Provinsi NTB. apakah dengan telah tuntasnya KF dasar ini pendidikan keberaksaraan masyarakat telah tuntas ? jawabanya adalah tidak, karena beberapa alasan buta aksara ini terus tumbuh dalam masayrakat, anatara lain:
1. pasti adanya penduduk usia sekolah yang drop out pendidikan formal, yang beberapa tahun kedepan akan menjadi buta aksara.
2.Warga Belajar KF dasar berpontensi untuk menjadi buta aksara kembali apabila tidak dipelihara keberaksaraan mereka.
3. pengaruh Lingkungan yang tidak mendukung keberaksaraan baik lingkungan keluarga maupun di lingkungan masyarakat sekitar.
4. Terkoptasinya pikiran masyarakat bahwa mencari kebutuhan hidup/pekerjaan lebih penting daripada belajar, membaca, ataupun apapun bentuk yang membutuhkan waktu khusus yang berimbas pada pengurangan waktu efektif bekerja.

Dari uraian sederhana diatas untuk mendukung pelaksaksanaan pembelajaran sepanjang hayat dibutuhkan sarana dan prasarana yang dapat di akses dengan mudah oleh masyarakat seperti:
1. Taman bacaan masyarakat(TBM) di pedesaan yang berlokasi di tempat umum / TBM yang mempunyai usaha yang berhubungan langsung dengan masyarakat seperti loket- loket pembayaran lstrik.
2. Berfungsinya PKBM-PKBM sebagai tempat belajar bebas masyarakat dan bukan menjadi sekolah-sekolah kecil berdasarkan program pemerintah saja.
3. Tersedianya ruang publik dengan sarana dan prasarana multi keaksaraan menggunakan teknologi informasi.
4. adanya jalinan kemitraan lembaga PKBM dengan pemerintah khususnya Direktorat pembinaan masyarakat , atau dengan perusahaan dalam bentuk Corporate Sosial responsibility (CSR ) .

Oleh karena itu sebagai wujud nyata dari pelayanan pendidikan masyarakat PKBM Mandiri Desa Jotang telah lama membuka ruang publik sederhana dengan fasilitas seadanya seperti: adanya TBM dengan koleksi buku sekitar 400 judul, usaha loket pembayaran listrik on-line, jasa pengetikan, jasa foto digital, dan kursus komputer , warnet murah dan pusat informasi masyarakat dalam satu ruangan seluas 9m x 7m.

Semoga tulisan ini menjadi penggugah rasa empati kita terhadap pendidikan masyarakat di sekitar kita..(admin)

3 thoughts on “Pembelajaran multi Keaksaraan sangat dibutuhkan di Kecamatan Empang

  1. Mantab pak… perlu juga kita pikirkan bagaimana modul/bahan ajar tematik yg menarik bagi warga belajar sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat setempat. Kebiasaan mengambil modul/bahan ajar dari luar tdk efektif dan menarik.

  2. Modul sedang kami susun semoga sesuai dengan harapan masyarakat, memang betul pak bahanajar/modul tematik harus sesuai dengan kondisi sekitar , sebuah pengalaman pak, kami pernah memberikan tematik membuat tempe, padahal ditempat kami jarang yang makan tempe,dan itu kurang diminati, pas temanya membuat masin, yaitu makan tradisional sumbawa, semua pada ikutan dan semua tertarik bahka enggan pulang, memang ada ironis sedikit, nggak mau pulangnya karena tunggu pembagian masin hasil praktek, kira-kira begitu pak.

  3. Saya senang sekali ada upaya yang positif seperti ini pak Rasputin, karena dari sudut pandang saya masyarakat kita khususnya kecamatan empang kurang memiliki daya sayang dalam melakukan suatu perubang bagi diri mereka sendiri, iya mudah-mudahan dengan adanya PKBM ini bisa memberi solusi yang terbaik. maju terus pantang mundur sukses selalu. GOFEReDOOM………!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s