Inilah Hasil Rembuk Nasional Pendidikan 2011

Senin, 21 Maret 2011 09:49

Depok – Rembuk Nasional Pendidikan (RNP) 2011, yang berlangsung selama tiga hari sejak 15 hingga 18 Maret 2011, di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan telah ditutup oleh Mendiknas Mohammad Nuh. Beberapa hasil telah ditelurkan untuk mendorong efisiensi dan efektifitas layanan pendidikan yang akan dilakukan melalui tiga pilar, yaitu berbagi sumber daya, integrasi proses dan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.

Untuk pilar berbagi sumber daya diperoleh lima aspek yaitu perluasan cakupan PAUD holistik integratif, pemanfaatan fasilitas sosial yang ada di masyarakat untuk penyelenggaraan PAUD, SD dan SMP satu atap termasuk manajemen yang integrasi. Berbagi fasilitas satuan pendidikan SD Paket A, SMP Paket B, SMP terbuka, SMA paket C dan SMK pendidikan vokasi berkelanjutan, pemberdayaan satuan pendidikan formal untuk penyelenggaraan program POD.

Selanjutnya adalah berbagi sarana pendidikan untuk berbagi macam kekhususan yang sejenis, pengembangan pusat riset nasional melalui pemanfaatan fasilitas secara bersama antar PT, layanan POD terpadu (lembaga kursus, PKBM, rumah pintar, TBM, perpustakaan, dll).

Pemberdayaan PTK PAUD multikompetensi diberbagai layanan PAUD, Pemberdayaan guru-guru mata pelajaran tertentu untuk dua jenjang pendidikan (SD-SMP), dua jenis pendidikan (SMA-SMK), dan dua jalur pendidikan (SD-Paket A, SMP-Paket B, SMA-paket C).
Sementara untuk pilar integrasi, proses diperoleh 19 aspek yang meliputi integrasi pendirian USB dengan penyediaan PTK dan sarana lainnya untuk PAUD, Diknas, Dikmen. Kemudian integrasi pendidikan karakter dalam proses pembelajaran di semua jenjang pendidikan, integrasi proses pembelajaran SM dan PT, integrasi nilai kelulusan SM dengan seleksi masuk PT, integrasi redistribusi guru inter dan antar kabupaten/kota, integrasi ketersediaan guru produktif SMK, integrasi standar pelayanan minimal dikmen, integrasi standar kompetensi SMK, pembelajaran berdasarkan TIKdan pengakuan terhadap pengalaman, integrasi standar pembelajaran antar kelembagaan.

Kemudian integrasi upaya peningkatan fungsi bahasa Indonesia, uji kemahiran berbahasa Indonesia (UKBI), dan internalisasi jati diri bangsa, pengembangan sistem pendataan terpadu pendidikan, pengintegrasian sistem perizinan, akreditasi, dan pemberian hibah satuan pendidikan, integrasi pendidikan entrepeneur dalam proses pembelajaran pada jenjang pendidikan menengah dan tinggi, integrasi penyediaan dan penyaluran beasiswa bagi siswa miskin dan berprestasi, integrasi perencanaan, sosialisasi dan pelaporan pelaksanaan program, penyelarasan peraturan perundangan tentang pemanfaatan sarpras PT, integrasi perizinan mahasiswa, siswa, dan pendidik asing yang belajr di Indonesia.

Sedangkan untuk pilar penggunaan teknologi informasi dan komunikasi diperoleh enam aspek yakni, berbagi sumber belajar melalui pemanfaatan TIK pada jenjang PAUD, Diknas, Dikmen dan Dikti. Pelaksanaan e-pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi lokal, percepatan perwujudan e-administrasi, penguatan pemanfaatan e-layanan (perizinan dan akreditasi). Integrasi pengadaan barang dan jasa melalui e-procurement, pemanfaatan teknologi informasi dalam peningkatan fungsi bahasa Indonesia, UKBI, dan internalisasi jati diri bangsa.

(krt/krt)

Malikul Kusno

Diambil dari : http://www.today.co.id/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s