Plagiarisme

Plagiarisme
Alasan Terpaksa dan Bodoh itu Beda

JAKARTA, KOMPAS.com – 

(Selasa, 13 Juli 2010 | 17:50 WIB)

 Budaya menulis para peneliti di perguruan-perguruan tinggi Indonesia masih tergolong parah. Umumnya mereka menulis sendiri, mempublikasikannya di media sendiri, serta mengevaluasinya sendiri. Masih sedikit di antara peneliti dan calon peneliti menulis di jurnal ilmiah internasional.
 

Demikian diungkapkan Dr Yanuar Nugroho, dosen di Manchester Institute of Innovation Research (MIOIR) dan Pusat Informatika Pembangunan Universitas Manchester, Inggris, yang menjadi salah satu pembicara seminar Moving Towards A Capable Nation Through Innovation, Multi-Perspectives from Enterpreneur, Acaddemican, and Government di di Prasetiya Mulya Business School, Senin (12/7/2010).

“Harusnya bisa menulis untuk jurnal Internasional, contoh saja para peneliti UGM, UI, dan Undip yang berani menulis di jurnal-jurnal Internasional, sehingga untuk itu rangking mereka berada di atas universitas-universitas lainnya,” ujar lulusan ITB yang meraih gelar sebagai Staff Akademik Terbaik 2009 di Universitas Manchester Business School ini.

Disinggung mengenai kasus plagiat yang kali terakhir terjadi di Institut Teknologi Bandung (ITB), Yanuar sepakat bahwa kasus tersebut juga merupakan salah satu contoh parahnya budaya menulis tersebut.

“Plagiat itu salah, tetapi barangkali orang tersebut terpaksa dan dalam keadaan terdesak,” ujar Yanuar.

Yanuar mengatakan bukan ingin membela bahwa plagiarisme itu benar. Kata terpaksa, kata dia, karena di Indonesia ada sistem KUM atau penghitungan angka kredit untuk kenaikan jabatan fungsional dosen.

“KUM itu identik dengan pangkat, padahal tidak ada waktu untuk riset. Lalu bagaimana cara yang paling singkat? Ya, terpaksa mereka nyontek. Saya kira, plagiarisme ketika orang terdesak tentu beda dengan plagiarisme karena bodoh. Menyontek bukan karena tidak mampu, melainkan terpeksa untuk mengejar KUM tersebut,” tambah Yanuar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s