Antisipasi Anomali Iklim

oleh Suryopratomo@metrotvnews.com

Kamis, 24 Juni 2010 19:35 WIB

KITA sangat merasakan perubahan iklim sekarang ini. Tidak seperti biasanya hingga bulan Juni kita bisa merasakan hujan. Bahkan bukan hujan biasa, tetapi hujan dengan tingkat curah yang sangat tinggi. Padahal biasanya pada bulan Juni kita mulai merasakan musim kemarau.

Di beberapa tempat seperti di Sulawesi Barat misalnya, kita bahkan melihat terjadinya banjir. Curah hujan yang tinggi itu menimbulkan bencana banjir yang menyulitkan masyarakat.

Perubahan iklim bukan hanya ditandai dengan turunnya hujan di musim kemarau. Beberapa daerah mengalami angin ribut dan gelombang laut yang tinggi. Banyak nelayan yang akibatnya tidak bisa melaut untuk menangkap ikan.

Fenomena alam ini harus diantisipasi karena sudah menjadi sesuatu yang anomali. Kondisi ini secara langsung maupun tidak langsung juga sudah memengaruhi kehidupan masyarakat. Yang paling terasa adalah dalam bidang  transportasi dan perdagangan.

Harga kebutuhan pokok masyarakat mulai bergerak naik karena distribusi yang terganggu. Tingginya gelombang laut membuat pelayaran antarpulau tidak bisa berjalan seperti biasanya. Akibatnya pasokan kebutuhan pokok baik sandang maupun pangan tidak berjalan lancar.

Pengaruhnya bisa dilihat dari mulai meningkatnya inflasi. Hingga bulan Juni angka inflasi diperkirakan mencapai 4,5 persen. Salah satu penyebabnya adalah meningkat harga bahan pokok masyarakat.

Ibu-ibu rumah tangga sudah merasakan naiknya harga kebutuhan bahan pokok. Itu bisa dilihat dari harga beras yang terus meningkat. Sekali lagi ini bukan disebabkan oleh faktor produksi, tetapi pasokan yang terganggu sehingga banyak kebutuhan pokok yang tidak datang tepat waktu ke pasar.

Kehati-hatian kita untuk mengendalikan inflasi juga diingatkan oleh Bank Dunia. Hal itu terutama disebabkan oleh kenaikan harga bahan pangan yang meningkat begitu pesat. Sumbangannya terhadap inflasi pada bulan Mei lalu saja sudah mencapai 6,6 persen.

Ke depan tekanan inflasi akan bertambah lagi karena pemerintah akan menaikkan tarif dasar listrik 10 persen mulai 1 Juli mendatang. Selain itu pemerintah berencana untuk membatasi bahan bakar minyak pada bulan September mendatang.

Kenaikan angka inflasi tidak menjadi persoalan sepanjang daya beli masyarakat bisa meningkat. Persoalannya, tingkat pertumbuhan ekonomi hingga 5,7 persen di kuartal pertama tahun ini tidak dinikmati secara merata oleh seluruh masyarakat.

Kualitas pertumbuhan ekonomi sejak lama diingatkan para pengamat ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi kebanyakan bertumpu pada industri yang padat modal. Akibatnya, banyak orang yang tidak mendapat kesempatan untuk memeroleh pekerjaan.

Angka pengangguran di Indonesia masih sangat tinggi. Kalau angka pengangguran hanya tercatat sekitar 40 juta itu antara lain disebabkan oleh banyaknya orang yang mau bekerja secara informal. Mereka tampaknya masuk dalam angkatan kerja, namun sebenarnya hanya pekerja paruh waktu.

Inilah tantangan yang harus kita terus bisa kita jawab. Bagaimana membuat pertumbuhan ekonomi bisa lebih baik kualitas. Sebab hanya dengan itu kita berharap bukan  angka pengangguran saja yang bisa kita kurangi, tetapi juga tingkat kemiskinannya.

Persoalan ini bukanlah persoalan yang baru. Sejak lama kita menyadari persoalan yang kita hadapi. Namun kita belum pernah mampu memecahkan dan mencari jalan keluar yang permanen. Jalan keluar yang bisa membuat masyarakat bisa memerbaiki perikehidupannya.

Kita memang tidak boleh menyerah kepada keadaan. Kita harus terus berupaya untuk membuat semua masalah ini terselesaikan. Setiap ada masalah yang dihadapi harus menyadarkan kita bahwa masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Kita belum waktunya untuk tenang-tenang dan menikmati hasil kerja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s