Litbang Jepang Terkesan Pelaksanaan PKBM di Indonesia

Litbang Jepang Terkesan Pelaksanaan PKBM di Indonesia Dapat di Jadikan Model CLC di Kawasan Asia Pasifik

[JAKARTA] Pakar dan tokoh pendidikan Jepang dari Asia Pacific Cultural Center for Unesco (ACCU) dan National Institute for Education Policy Research (NIER) terkesan dengan pelaksanaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Mereka memuji kemandirian, kegiatan dan peran serta masyarakat yang besar dalam mengikuti program pendidikan di PKBM. Mereka akan lebih dalam mempelajari program di PKBM sehingga dapat dijadikan model pembelajaran Community Learning Center (CLC) di kawasan Asia Pasifik.

Lima pakar pendidikan Jepang yang datang tersebut antara lain Mr Tatsyua Otsuki, Wakil Direktur NIER, Prof Sasai Hiromi, Peneliti Senior NIER, Mr Kamiyo Hiroshi, Direktur Kurikulum NIER, Prof Takashi Ko, peneliti senior NIER dan Guru Besar Pendidikan Aomori Choi University dan Ms Takatani Ayuko, peneliti senior ACCU. Mereka selama tiga hari sejak tanggal 7 hingga 9 Februari berada di Indonesia mengunjungi sejumlah PKBM seperti PKBM Bina Insan Terampil Mandiri Lembang, Jawa Barat dan PKBM Geger Sunten Bandung Barat.

“Saya pernah menjadi Atase Pendidikan di Indonesia selama empat tahun sewaktu menterinya Prof Wardiman. Namun saya baru sekali ini melihat dari dekat PKBM di Indonesia. Di Jepang juga ada PKBM namanya Kominkan, namun sekarang ini kurang diminati orang muda. Yang datang lebih banyak orang tua. Kami mau belajar dari Indonesia bagaimana membuat orang muda mau datang lagi ke Kominkan. Mungkin program kesenian dan keterampilan kerajinan tangan khas Indonesia akan membuat orang muda mau kembali lagi ke Kominkan nantinya,” ujar Tatsuya Otsuki, Wakil Direktur NIER.
Menurut dia, perkembangan PKBM di Indonesia saat itu, hampir mirip dengan situasi Kominkan di Jepang 50 tahun lalu, saat mulai digalakkan. Kominkan di Jepang memiliki peran yang sangat besar dalam sejarah kemajuan bangsa Jepang. “Ketika kami porak poranda di bom atom dalam perang dunia ke dua, Kaisar dan pemerintah Jepang langsung membuat Kominkan dan mendorong seluruh masyarakat untuk belajar di Kominkan. Kami tidak memiliki banyak sekolah karena hancur di bom saat itu. Dengan kerja keras dan semangat belajar di Kominkan itulah akhirnya bangsa Jepang bangkit dan menjadi bangsa yang maju seperti saat ini,” ujar Otsuki.

Dari sisi pendirian, lanjut Otsuki, bila Kominkan didirikan oleh pemerintah daerah dengan program-program yang sudah disusun, maka PKBM di Indonesia didirikan oleh swadaya masyarakat namun difasilitasi oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan Nasional. ”Dengan cara ini, PKBM di Indonesia melakukan mekanisme interaktif antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat dalam menyusun program, sangat mengesankan,” lanjutnya.

Namun, diakuinya, Kominkan memiliki payung hukum, dimana terdapat dalam Undang-Undang pemerintahan daerah Jepang.

Otsuki Tatsuya mengunjungi Indonesia dalam rangka melakukan tukar informasi dan pengalaman dalam pengelolaan dan pengembangan PKBM dengan Direktorat Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan Nasional. Dalam waktu dua hari, Otsuki bersama rombongan mengunjungi PKBM di Jayagiri Lembang Bandung, PKBM Bina Insani Terampil Mandiri, Cisarua, Bandung Barat dan TBM@Mall yang juga Balai Belajar Bersama sekaligus PKBM di Blok M Plaza Jakarta Selatan.

Sementara itu, Sasai Hiromi, peneliti senior NIER mengatakan, kunjungan ke Indonesia yang pertama kali ini untuk melakukan studi banding dan tukar informasi serta pengalaman dalam pengembangan PKBM. Selama ini NIER telah memperkuat jaringan pengembangan PKBM bersama Indonesia, Vietnam dan Thailand.

Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan Nasional, Ella Yulaelawati mengatakan, PKBM Indonesia juga harus belajar dari Jepang dalam program penanggulangan kebencanaan yang sangat terencana serta komitmen pemerintah daerah dalam pengembangan PKBM, yakni dimasukannya PKBM dalam UU pemerintah daerah.

Dalam kesempatan itu, Ella menjelaskan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) adalah suatu wadah berbagai kegiatan pembelajaran masyarakat diarahkan pada pemberdayaan potensi untuk menggerakkan pembangunan di bidang sosial, ekonomi dan budaya.

Tujuan PKBM, memperluas kesempatan warga masyarakat, khususnya yang tidak mampu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap mental yang diperlukan untuk mengembangkan diri dan bekerja mencari nafkah. Dalam upaya menyamakan persepsi dan menyelaraskan penyelenggaraan PKBM, dengan ide dasar PKBM sebagai pusat kegiatan pendidikan luar sekolah, PKBM yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kepentingan dan kemampuan masyarakat. Dalam waktu dekat sejumlah PKBM juga akan mendapat kunjungan dari sejumlah pakar dan tokoh pendidikan di kawasan Asia Pasifik seperti Vietnam, Bangladesh dan India.

Penulis : Eko Budi Harsono

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s