Diklat Peningkatan Kemampuan dan Ketrampilan bagi pengelola LKP dan PKBM se Kabupaten Sumbawa

Sumbawa Besar, 5 September 2014
Dalam rangka pengembangan lembaga pendidikan non formal di kabupaten Sumbawa, Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Sumbawa, Seksi Pendidikan masyarakat melaaksanakan Pelatihan peningkatan Kapasitas kelembagaan bagi Lembaga Pendidikan Non formal ( LKP dan PKBM ) di hotel Suci tanggal 3 s/d 5 September 2014 yang diikuti oleh 40 orang dari 16 lembaga PNF.

Menurut Kepala Seksi Penmas Dinas Diknas Kabupaten Sumbawa Irhamudin, S.Pd, M.Pd :” pelatihan ini dihajatkan demi peningkatan kapasitas pengelola lembaga PNF, terutama lembaga-lembaga yang baru terbentuk agar dapat memahami tentang pendidikan non formal baik kelembagaan maupun program-program yang dilaksanakan”. Lebih lanjut Pejabat yang murah senyum ini menambahkan bahwa:’ output yang diharapkan dari pelatihan ini adalah pengelola LKP dan PKBM mampu mengelola lembaganya, mampu mengidentifikasi kebutuhan masyarakat disekitarnya dan dapat mengembangkan program-program PNF yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat.”

adapun nara sumber yang diundang dalam kegiatan ini terdiri dari :Kepala Dinas Diknas Kab. Sumbawa, Kepala Bidang PAUDNI Dinas Dikpora NTB, Kepala Bidang PNFI Dinas Diknas Kab. Sumbawa Kasi. Kesetaraan, Kasi PAUD, Kasi Penmas Dinas Diknas Kab. Sumbawa, Forum PKBM, HISPPI, IPI dan Kepala SKB Kabupaten Sumbawa.dengan materi yang disampaikan sesuai dengan tugas dan fungsi dari masing-masing nara sumber.
“untuk kedepan pelatihan -pelatihan seperi ini akan tetap dilaksanakan dengan menyesuaikan terhadap perkembangan dan kebijakan pemerintah nantinya.” demikian kasie Penmas Dis Diknas Kab. sumbawa mengakhiri wawancara dengan mandirinews.(admin)

Pendataan Lembaga tahun 2014

Sahabat ,
Para pengelola lembaga non formal khususnya PKBM , menurut petugas pendataan yang ada di masing-masing kabupaten/kota yang telah mengikuti bintek pendataan PKBM tahun 2014 di makasar bahwa pendataan PKBM beserta permohonan nilem PKBM tahun 2014 harus menghubungi petugas di dbidang PAUDNI/PNFI dikantor dinas Pendidikan masing-masing.Beserta ini saya coba lampirkan format pendataan untuk wilayah kabupaten Sumbawa propinsi Nusa Tenggara barat, sebagai referensi sahabat semua.silakan unduh di sini:

Buku_Isian_Data_PKBM_2014_5204_(NamaLembaga) (version 2)

Penyebab Kekerasan Dan Aksi Terorisme

oleh :Ahmad Baedowi

Peristiwa penembakan dan penangkapan pelaku teror di Solo minggu lalu serta beberapa aksi kekerasan yang juga tidak mereda di Indonesia seakan menegaskan betapa rentannya struktur sosial-budaya masyarakat Indonesia. Aksi-aksi tersebut yang luar biasa ini seakan meneguhkan kembali pertanyaan sekaligus pernyataan banyak ahli pendidikan tentang pentingnya peningkatan bantuan dalam bidang pendidikan untuk menangkal dan mengakhiri aksi-aksi terorisme dan kekerasan di dunia (Ricahard Sokolsky and Joseph McMillan, 2002). Meskipun para ahli sedikit optimis bahwa peningkatan penyediaan bantuan untuk pendidikan dan pengurangan kemiskinan dapat menangkal dan menurunkan aksi terorisme, tetapi hubungan pendidikan, kemiskinan dan terorisme sangatlah tidak langsung, sangat kompleks, dan dalam beberapa hal mungkin hipotesis ini pun sangat lemah.
Baca lebih lanjut

PKBM Mandiri Empang dan Himpaudi Kec. Empang mengadakan Pelatihan Tendik PAUD Tingkat Dasar

Pelatihan tendik Paud tingkat dasar se kecamatan Empang dan Kecamatan Tarano yang dilaksanakan oleh HIMPAUDI Kecamatan Empang bekerjasama dengan PKBM mandiri Desa Jotang yang akan dilaksanakan tanggal 2 sampai dengan 6 Desember tahun 2013 di Desa Jotang. Pelatihan ini diadakan karena masih banyak tendik PAUD yang masih belum memahami cara mengajar di PAUD. Kegiatan ini ditujukan untuk peningkatan Kompetensi Pendidik Paud yang ada di kecamatan ini, mengingat penerapan Kerangka Kerja Nasional Indonesia (KKNI) tahun 2015.
Pelatihan ini menggunakan kurikulum dan silabus yang telah disusun oleh BPPAUDNI regional V mataram. Yang patut di ajungi jempol adalah kemauan para pendidik ini untuk mengikuti pelatihan dengan membayar biaya secara mandiri ( pelatihan swadaya).

Peter

oleh Andy F Noya

Ini kisah tentang Peter, seorang anak berkebutuhan khusus, yang direkam dalam sebuah film dokumenter. Oleh undang-undang di Amerika, Peter yang down syndrom harus sekolah di sekolah umum. Alasannya macam-macm. Tapi intinya undang-undang itu bertujuan menyiapkan anak-anak berkebutuhan khusus untuk bisa hidup di dalam masyarakat “normal”.
Undang-undang tersebut menimbulkan pro dan kontra. Sebagian orangtua keberatan karena keberadaan anak-anak down syndrom akan menghambat atau memperlambat perkembangan ajar mengajar di sekolah anak-anak “normal”. Nah, di tengah kontroversi itulah film dokumenter tersebut dibuat.

Film ini mengisahkan sepak terjang Peter selama belajar di sebuah SD di kotanya. Semua kegiatan Peter direkam oleh kamera yang selalu mengikutinya. Sejak dari rumah, naik bus sekolah, belajar di kelas, bermain di luar ruang, sampai mengikuti pelajaran olahraga dan kesenian.
Proses pengambilan gambar dilakukan selama satu tahun. Mulai sejak hari pertama Peter masuk sekolah sampai dia dinyatakan lulus. Di film ini diperlihatkan bagaimana reaksi guru dan murid-murid yang satu kelas dengan Peter.
Baca lebih lanjut