Penyebab Kekerasan Dan Aksi Terorisme

oleh :Ahmad Baedowi

Peristiwa penembakan dan penangkapan pelaku teror di Solo minggu lalu serta beberapa aksi kekerasan yang juga tidak mereda di Indonesia seakan menegaskan betapa rentannya struktur sosial-budaya masyarakat Indonesia. Aksi-aksi tersebut yang luar biasa ini seakan meneguhkan kembali pertanyaan sekaligus pernyataan banyak ahli pendidikan tentang pentingnya peningkatan bantuan dalam bidang pendidikan untuk menangkal dan mengakhiri aksi-aksi terorisme dan kekerasan di dunia (Ricahard Sokolsky and Joseph McMillan, 2002). Meskipun para ahli sedikit optimis bahwa peningkatan penyediaan bantuan untuk pendidikan dan pengurangan kemiskinan dapat menangkal dan menurunkan aksi terorisme, tetapi hubungan pendidikan, kemiskinan dan terorisme sangatlah tidak langsung, sangat kompleks, dan dalam beberapa hal mungkin hipotesis ini pun sangat lemah.
Baca lebih lanjut

PKBM Mandiri Empang dan Himpaudi Kec. Empang mengadakan Pelatihan Tendik PAUD Tingkat Dasar

Pelatihan tendik Paud tingkat dasar se kecamatan Empang dan Kecamatan Tarano yang dilaksanakan oleh HIMPAUDI Kecamatan Empang bekerjasama dengan PKBM mandiri Desa Jotang yang akan dilaksanakan tanggal 2 sampai dengan 6 Desember tahun 2013 di Desa Jotang. Pelatihan ini diadakan karena masih banyak tendik PAUD yang masih belum memahami cara mengajar di PAUD. Kegiatan ini ditujukan untuk peningkatan Kompetensi Pendidik Paud yang ada di kecamatan ini, mengingat penerapan Kerangka Kerja Nasional Indonesia (KKNI) tahun 2015.
Pelatihan ini menggunakan kurikulum dan silabus yang telah disusun oleh BPPAUDNI regional V mataram. Yang patut di ajungi jempol adalah kemauan para pendidik ini untuk mengikuti pelatihan dengan membayar biaya secara mandiri ( pelatihan swadaya).

Peter

oleh Andy F Noya

Ini kisah tentang Peter, seorang anak berkebutuhan khusus, yang direkam dalam sebuah film dokumenter. Oleh undang-undang di Amerika, Peter yang down syndrom harus sekolah di sekolah umum. Alasannya macam-macm. Tapi intinya undang-undang itu bertujuan menyiapkan anak-anak berkebutuhan khusus untuk bisa hidup di dalam masyarakat “normal”.
Undang-undang tersebut menimbulkan pro dan kontra. Sebagian orangtua keberatan karena keberadaan anak-anak down syndrom akan menghambat atau memperlambat perkembangan ajar mengajar di sekolah anak-anak “normal”. Nah, di tengah kontroversi itulah film dokumenter tersebut dibuat.

Film ini mengisahkan sepak terjang Peter selama belajar di sebuah SD di kotanya. Semua kegiatan Peter direkam oleh kamera yang selalu mengikutinya. Sejak dari rumah, naik bus sekolah, belajar di kelas, bermain di luar ruang, sampai mengikuti pelajaran olahraga dan kesenian.
Proses pengambilan gambar dilakukan selama satu tahun. Mulai sejak hari pertama Peter masuk sekolah sampai dia dinyatakan lulus. Di film ini diperlihatkan bagaimana reaksi guru dan murid-murid yang satu kelas dengan Peter.
Baca lebih lanjut

Virus Korupsi telah bersarang di kepala, jantung, hati, paru-paru, dan sel-sel darah bangsa ini

Oleh Indra Tranggono

KOMPAS.com – BEBERAPA hari yang lalu, ramai diberitakan Ketua Mahkamah Konstitusi ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi.

Ketua MK Akil Mochtar diduga menerima suap Rp 3 miliar untuk penyelesaian kasus pilkada. Jika hal itu benar dan terbukti di pengadilan, angka Rp 3 miliar untuk sekaliber Ketua MK berarti tidak mahal. Murah. Ya, Rp 3 miliar jumlah yang sangat kecil bagi pembeli keadilan yang akan meraup keuntungan puluhan, bahkan ratusan miliar rupiah jika mampu menjadi kepala daerah.

Kasus ini hanyalah contoh sangat remeh dan tidak bermartabatnya ”pendekar hukum” di negeri ini. Siapa berani menjamin Akil satu-satunya penegak hukum paling kotor?
Baca lebih lanjut

Agama Di Ruang Belajar Siswa

oleh : AHMAD BAEDOWI

Seorang guru agama di sekolah dasar (SD) di Yogyakarta bertanya suatu ketika, bagaimana cara kita menguji mata ajar agama secara benar? Tentu sangat sulit menjawab pertanyaan ini, selain mengajak guru tersebut berdiskusi apa saja kira-kira kesulitan yang dia hadapi ketika mengajarkan agama sebagai mata ajar di ruang belajar/kelas. Guru ini menceritakan pengalaman menariknya ketika dia mencoba menguji dengan cara bertanya kepad siswa kelas 3 SD tentang makna turunnya wahyu/al-Qur’an.
Baca lebih lanjut